Jumat, 01 Februari 2019

Modul Praktikum Tentang Hubungan Antara Tempe dan Kecerdasan Otak

Pasti kamu sudah mengetahui apa itu tempe. Tempe dapat ditemukan setiap hari karena mudah di dapatkan. Tempe sering dijadikan lauk makan. Namun seiring berkembangnya zaman, orang lomba berinovasi menghasilkan produk berkualitas dan banyak diminati. Contoh produk tempe seperti keripik, dan lain-lain

A.Tujuan
Percobaan ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami prinsip fermentasi yang terjadi pada kedelai hingga menjadi tempe

B. Landasan Teori
Tempe merupakan jenis makanan yang dibuat dari fermentasi dari bahan biji kedelai atau bahan lain dan juga menggunakan jenis kapang Rhizopus sp. Dalam fermentasi dikenal sebagai ragi tempe. Kapang tumbuh pada bahan kedelai dapat mengubah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana sehingga mudah dicerna oleh manusia. Kandungan tempe banyak berfungsi dengan baik pada tubuh seperti serat pangan, kalsium, vitamin B, zat besi, dan sebagainya. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk meyembuhkan infeksi dan antioksi, dan pencegah penyakit degeneratif. Pada umumnya tempe berwarna putih itu disebabkan oleh pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur padat dan putih. Banyaknya komponen kedelai dalam fermentasi membuat tempe memiliki aroma dan rasa yang khas. 

Tempe banyak dikonsumsi di masyarakat umum khususnya di Indonesia. Di kota Cirebon sendiri tetapi sekarang telah mendunia. Orang yang suka makan sayur atau disebut vegetarian yang ada di seluruh dunia banyak menggunakan makanan tempe sebagai pengganti makan daging. Oleh sebab itu tempe diproduksi di banyak negara di dunia, tidak hanya di Negara Indonesia saja. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Sekarang di Indonesia sedang mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus sp. untuk menghasilkan tempe yang lebih berkualitas, atau memperbaiki kandungan pada tempe tersebut. 
Di dalam tempe terkandung protein, selain sebagai sumber energi bagi tubuh, juga merupakan sumber zat pembangun yang berguna untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan pembentukan jaringan baru, termasuk jaringan tubuh dan otak. Protein membentuk struktur sel-sel saraf otak dan membuat zat-zat pengantar rangsang di otak. Saat bekerja, otak menggunakan protein agar fungsinya dapat berjalan dengan baik. Apabila otak diandaikan seperti mesin, maka protein pada tempe berperan sebagai minyak pelumas agar mesin dapat berfungsi tugasnya dengan baik. Oleh kerena itu jika kita mengonsumsi tempe kita bisa cerdas karena kandungan yang terdpat pada protein, tentunya juga di berengi dengan makanan yang sehat yang lainnya.

Cara membuat tempe dengan menggunakan bioteknologi. Bioteknologi merupakan cabang beberapa ilmu mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup dan juga produk yang dihasilkan oleh makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang atau jasa. Perkembangan bioteknologi bukan hanya pada bidang ilmu biologi, tetapi bioteknologi juga dilandaskan ilmu lainnya seperti biokimia, mikrobiologi, genetika, komputer, kimia, dan lain sebagainya. Jadi bioteknologi merupakan berbagai ilmu dan cabang ilmu dalam proses produksi menghasilkan barang ataupun jasa.

C. Alat dan Bahan
Alat yang dibutuhkan dalam membuat tempe diantaranya. Sedangkan bahan yang dibutuhkan dalam membuat tempe diantaranya.

D. Prosedur Kerja
1. Cuci kedelai dengan air bersih
2. Rendam kedelai selama 6-12 jam agar kedelai mengembang
3. Kedelai direbus selama 1 jam sehingga kedelai menjadi lunak
4. Kedelai diremas menggunakan tangan yang bersig sehingga kulit kedelai terkelupas dari biji keledai
5. Tiriskan dan bilaslah kedelai sampai bersih dari kulitnya.
6. Kedelai dan ragi tempe dicampur sampai merata dengan perbandingan 1 kilogram kedelai dan 40 gram ragi dan diaduk sampai merata
7. Timbang 50 gr campuran antara kedelai dan ragi tersebut lalu bungkus dengan berbagai daun seperti daun jati, daun waru, dan daun pisang. Pembungkusan keledai juga menggunakan bahan lain seperti kertas minyak dan plastik. Lalu keledai yang sudah dibungkus ditusuk menggunakan lidi agar udara bisa masuk
8.  Pemeraman produk dilakukan pada suhu kamar dengan ruangan agak gelap selama 2 x 24 jam.
9. Amati hasil dan bandingkan dalam bentuk tabel pengamatan. Amati pula dibawah mikroskop masing-masing tempe tersebut dengan mengambil sedikit miselium jamur pada permukaan tempe.
Comments


EmoticonEmoticon