Friday, January 25, 2019

Konsep Fisika Papan Listrik di Taman Pintar


Pendahuluan

Awalnya, banyak fisikawan yang menganggap cahaya sebagai gelombang. Hal ini diperkuat adanya difraksi, polarisasi, refraksi, refleksi dan interferensi yang sesuai dengan sifat umum gelombang. Akan tetapi ketika para fisikawan menemukan radiasi benda hitam, efek fotolistrik, dan efek Compton, asumsi cahaya sebagai gelombang tidak dapat dijelaskan fenomena-fenomena tersebut. kemudian muncullah pandangan bahwa cahaya sebagi partikel. Dengan asumsi cahaya sebagai gelombang, cahaya dipancarkan sebagai rambatan gelombang yang kontinu, sedangkan cahaya sebagai partikel, cahaya dipancarkan dalam bentuk paket-paket energi yang disebut foton (Triple, 2001: 145).

Gejala-gejala terlepasnya elektron dari permukaan plat logam ketika disinari dengan frekuensi tertentu disebut efek fotolistrik. Elektron yang terlepas dari permukaan logam tersebut disebut elektron foto. Peristiwa ini pertama kali ditemukan oleh Hertz. Hasil-hasil percobaan yang dilakukannya menghasilkan bahwa:
1. Semakin besar intensitas cahaya semakin banyak elektron yang diemisikan.
2. Kecepatan elektron yang diemisikan hanya bergantng pada frekuensi cahaya, semakin besar frekuensi cahaya semakin besar pula kecepatan elektron yang diemisikan.
3. Pada frekuensi cahaya tertentu (frekuensi batas) emisi dari logam tertentu adalah sama (Zemansky, 1988: 267).

Dalam peristiwa efek fotolistrik, cahaya yang dijatuhkan pada keping logam diperlakukan sebagai foton. Foton itu mengalami peristiwa tumbukan dengan elektron. Biasanya tumbukan selalu dikaitkan dengan momentum. Pada peristiwa tersebut akan berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi.

Penelitian hamburan sinar X yang dilakukan Arthur H. Compton (1892-1962) menghasilkan fenomena baru, yaitu pergeseran panjang gelombang atau perubahan frekuensi sebelum dan sesudah tumbukan. Gejala ini dijelaskan oleh Compton dengan menganggap bahwa yang terjadi adalah tumbukan antara kuantum cahaya (foton) dengan elektron bebas. “Ketika foton menumbuk elektron, sebagian energi foton akan diberikan kepada elektron sehingga elektron memiliki energi kinetik.”

Adapun energi foton setelah tumbukan akan berkurang. Menurut teori klasik, pengurang energi tidak akan diikuti oleh perubahan frekuensi dan panjang gelombang. Namun menurut Teori Kuantum, perubahan energi berarti akan terjadi perubahan frekuensi dan panjang gelombang. Ini dibuktikan dengan hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa setelah tumbukan panjang gelombang foton bertambah besar (Halliday, 1985: 234)

Hasil Pengamatan

Papan listrik adalah salah satu alat peraga di zona fisika Taman pintar. Papan listrik merupakan papan yang berisi kilatan-kilatan listrik yang apabila tangan atau logam didekatkan, maka kilatan akan mengikuti arah tangan atau logam bergerak.

Pembahasan

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan yang bertempat di Taman Pintar Yogyakarta, salah satu alat peraga yang ada pada zona fisika selain cermin cekung dan cembung adalah konsep fisika papan listrik. Papan listrik adalah papan yang di dalamnya terlihat kilatan-kilatan berwana biru. Ketika tangan atau logam didekatkan ke papan listrik, maka kilatan-kilatan tersebut mengikuti tangan atau logam tersebut. 
 
Papan listrik memancarkan cahaya karena adanya pancaran spontan, yaitu setiap ion atau molekul yang memiliki tingkatan atau elektron dari stabil menjadi tidak stabil. Partikel-partikel tersebut memencarkan foton. Dengan pelepasan foton tersebut, partikel menjadi stabil dan memulai kembali setiap partikel yang pindah dari beda potensial yang tinggi ke yang rendah. Foton yang sama akan dipancakan. Warna pancaran cahaya yang disebabkan oleh gas yang ada di dalam papan listrik antara lain gas helium berwarna putih, gas karbon dioksida berwarna putih, gas nitrogen berwarna pink, orange, dan terang, gas argon berwarna violet dan lavender, gas kripton berwarna abu-abu atau putih.
 
Papan listrik tersebut menerapkan konsep fisika efek fotolistrik  dan efek Compton. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa efek fotolistrik adalah gejala-gejala terlepasnya elektron dari permukaan plat logam ketika disinari dengan frekuensi tertentu. Hal ini juga yang terjadi pada tangan atau logam yang didekatkan ke papan listrik tersebut. Elektron yang ada di tangan ataupun logam akan terlepas dan bertumbukkan dengan foton yang dilepaskan oleh papan listrik, sehingga menimbulkan energi kinetik pada elektron yang menyebabkan kilatan-kilatan listrik pada papan akan mengikuti ke mana tangan atau logam bergerak. Peristiwa tumbukan ini dinamakan dengan efek Compton.

Daftar Pustaka

Halliday, David, dkk. 1985. Fisika. Jakarta: Erlangga.
Triple, Paul A. 2001. Fisika. Jakarta: Erlangga.
Zemansky, Sears. 1988. Fisika Dasar Untuk Universitas. Jakarta: Bina Cipta.
Comments


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)